Sabtu, 26 Juli 2014

KONSEP MUSLIM PANCASILA 2

Bismillahirrohmannirrohem...
Assalamualaikum, warohmatullohi wabarokatuh.
Salam Sejahtera,

Terima kasih telah melanjutkan pembahasan Muslim Pancasila ini, bila anda masih heran karena mendapat link yg tiba tiba seperti ini, silahkan terlebih dulu meng-klik link ini: Muslim Pancasila

Mari kita lanjutkan, anda yang sedang membaca tulisan ini. insyALLAH, anda adalah seorang muslim yang telah menyetujui syarat pembahasan Muslim Pancasila ini hingga di titik Konsep Muslim Pancasila 1 ,

dalam QS: 3 Ali Imron, ayat 103

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا
حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu, karena nikmat Allah orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." – (QS.3:103)

1. Dari berbagai Tafsir "tali" di artikan sebagai: agama/al-quran..dan larangan untuk bercerai berai.
2. ALLAH SWT mempersatukan hati umat, sebab Hadirnya sosok Nabi Muhammad SAW. (pemersatu       personal) pembawa risalah (al-quran berjalan), Khalifah / Pemimpin (sumber hukum)
3. Menjadi bersaudara karena Nabi Muhammad SAW memperkenalkan Islam.(pemersatu aqidah)

Maka bila di ambil garis lurus dari di turunkannya Nabi pertama, Nabi Adam AS hingga ke Nabi terakhir yaitu Nabi Besar Muhammad SAW. ini-lah "Tali" sebab nasob keturunannya, dan kesamaan dari semua para Nabi tersebut tidaklah di pilih secara demokrasi oleh kaum/umat nya saat itu. semuanya adalah pilihan dan ketetapan dari ALLAH SWT.

QS:33: Al Ahzab - ayat 33
 وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ
أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

"dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias, dan bertingkah-laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlulbait, dan membersihkan (dosa) kamu sebersih-bersihnya." – (QS.33:33)

Setelah "tali ALLAH SWT" tersebut berakhir di Nabi Muhammad SAW, maka dengan surat al-Ahzab ayat 33 ini Allah SWT Meneruskannya dengan ke utamaan AHLULBAIT.
Dimasa Nabi Muhammad SAW, beliau adalah pemersatu umat pembawa Risalah maka sepeninggalnya Beliau sangat wajar bila tugas tersebut diwariskan ke garis keturunan Beliau (Ahlulbait) sebagai :
1. Pemersatu umat
2. Penjaga Risalah
3. Pemimpin umat.

Begitu juga dengan cara menentukan siapakah yang berhak menjadi penerus ke kholifahan Nabi Muhammad SAW. setelah (sejarah telah menulis ketetapan ALLAH SWT) ke-kholifahan.
1. Abu Bakar ash-Shiddiq ra (tahun 11-13 H/632-634 M)
2. Umar bin khaththab ra (tahun 13-23 H/634-644 M)
3. Utsman bin ‘Affan ra (tahun 23-35 H/644-656 M)
dan Ali bin Abi Thalib ra (tahun 35-40 H/656-661 M) serta Al-Hasan bin Ali ra (tahun 40 H/661 M)
Penulis meng-apresiasikan kepemimpinan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW di pundak ketiga sahabat beliau (Abu Bakar ash-Shiddiq ra,  Umar bin khaththab ra dan Utsman bin ‘Affan ra) adalah kehendak ALLAH SWT untk men-suci-kan Mereka dan mengembalikan-nya ke Ali bin Abi Thalib ra.

Juga sudah menjadi ketetapan ALLAH SWT ada malam dan siang, ada pria dan wanita serta ada IMAM dan Ma'mum.
yang sudah pasti memiliki tugas dan fungsi masing-masing. maka bagi Imam (Ahlulbait) dan bagi ma'mum (non ahlulbait) adalah sinergi kekuat-an yang tidak dimiliki oleh non muslim:
Bukan sebuah feodalism dan kerajaan/kekaisaran tetapi "TALI ALLAH" adalah sebuah ketetapan Dinnulloh.

1. Imam (ahlulbait) Maulana, Pemelihara Sumber Hukum (al-quran dan as-sunnah) rujukan umat.
2. Ma'mum (non ahlulbait) pemimpin pelaksana, perdana mentri dan presiden.

dengan kata lain umaroh tunduk dan patuh kepada ahlulbait. dalam menjalankan syareat Islam.

1. Bagi saudaraku (ahlulbait) yang setuju dengan hal ini, sila klik link:
2. Bagi saudaraku (ahlulbait) yang tidak setuju, sila klik link:

3. Bagi saudaraku (non  ahlulbait) yang setuju dengan hal ini, sila klik link:
4. Bagi saudaraku (non ahlulbait) yang tidak setuju dengan hal ini.
maaf saudaraku yang se-iman pasti memiliki cara pandang berbeda dengan kami, maka terbuka buat kita untuk saling bertegur sapa dalam kebaikan, kami persilahkan memberikan saran yang membangun... dan terima kasih di haturkan, karena telah membaca blog ini.

 Indonesia, 26 juli 2014

pemimpin (amirul mukminin)
pemimpin (amirul mukminin)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar